jenis jenis pembangkit listrik

Energi listrik adalah suatu energi pendukung kegiatan masyarakat yang sangat penting dan memiliki peran besar di dalamnya. 
Untuk penopang kehidupan manusia sehari hari, pendukung kegiatan produksi dalam industri dan banyak lagi contoh lainnya.



Untuk menghasilkan energi listrik, tentu dibutuhkan sumber daya sebagai penggerak generator yang akan menghasilkan energi listrik tersebut. 

Ada beberapa macam sumber daya yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik, diantaranya : 

Pembangkit listrik tenaga angin 

Pembangkit listrik tenaga angin menggunakan satu atau beberapa buah kincir angin yang berukuran besar dimana memanfaatkan tekanan angin yang potensial untuk menggerakkan kincir tersebut. 
Saat kincir kincir tersebut berputar maka akan menggerakkan generator yang akan menghasilkan listrik. 

Pemasangan pembangkit listrik tenaga angin memerlukan daerah dengan tingkat tekanan angin yang tinggi semisal daerah lembah atau pantai. 

Menggunakan energi angin yang terbarukan dan tentu saja lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi. 

Pembangkit listrik tenaga air

Pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan arus air yang besar untuk memutar turbin dan kemudian memutar generator penghasil energi listrik. 

hanya tempat tempat tertentu dengan debit air yang tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit jenis ini semisal waduk, bendungan dan sungai dengan arus yang deras. 

Pembangkit listrik jenis ini juga termasuk pembangkit listrik yang ramah lingkungan. 

Pembangkit listrik tenaga panas bumi

Pembangkit listrik tenaga panas bumi memanfaatkan energi dari panas bumi yang melimpah sebagai sumber energinya. 
Dimana dari panas bumi tersebut akan digunakan untuk memanaskan air dan menghasilkan uap yang digunakan untuk menggerakkan turbin dan dilanjutkan ke generator. 

Daerah yang banyak menggunakan panas bumi sebagai pembangkit listrik biasanya berada di daerah dataran tinggi dan sekitar kaki gunung berapi. 

Pembangkit listrik tenaga surya

Menggunakan energi dari panas matahari dan diserap oleh panel surya yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik, proses ini dinamakan fotovonik. 

pembangkit listrik jenis ini paling cocok digunakan di daerah beriklim tropis karena memiliki tingkat panas dari sinar matahari yang tinggi seperti halnya dinegara kita. 
selain itu penggunakan pembangkit listrik jenis ini lebih ramah lingkungan. 

Akan tetapi juga memiliki kekurangan, karena energi dari panas sinar matahari yang dapat dikonversi menjadi energi listrik hanya berkisar 10% sampai dengan 15%.

Pembangkit listrik bahan bakar fosil

Ada beberapa jenis pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil, salah satunya dengan mesin diesel, gas maupun batu bara. 

konsepnya sama meskipun menggunakan bahan bakar fosil yang berbeda sebagai sumber energinya, yaitu memanaskan air supaya menghasilkan uap panas.
Dan kemudian uap air yang panas tersebut untuk menggerakkan turbin generator sehingga menghasilkan energi listrik. 

pembangkit listrik jenis ini sangat memerlukan biaya operasional yang tinggi dan mencemari lingkungan khususnya udara dengan gas buang yang dihasilkannya. 

Pembangkit listrik tenaga gas

Menggunakan gas alam yang digunakan sebagai sumber energinya, akan tetapi pembangkit listrik jenis ini juga menghasilkan polusi yang cukup tinggi sama seperti halnya menggunakan bahan bakar fosil. 

Pembangkit listrik tenaga nuklir

Menggunakan teknologi dan sumber daya yang tinggi untuk dapat mengoperasikan pembangkit listrik bertenaga nuklir. 

Meskipun dari energi nuklir dapat menghasilkan energi listrik yang sangat besar, akan tetapi dibutuhkan perawatan dan pengawasan dari para ahli yang sangat ketat saat beroperasi. 
karena jika ada sedikit saja kesalahan dari reaktor nuklir, akan berakibat fatal bagi manusia dan lingkungan sekitarnya seperti halnya yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga nuklir yang meledak di kota chernobyl ukraina pada tahun 1986.


Posting Komentar

0 Komentar